Senin, 07 November 2011

PENGHIJAUAN SEBAGAI SALAH SATU CARA MENGATASI PERMASALAHAN KOTA

danya berbagai perubahan kondisi dan kualitas lingkungan tentunya akan bisa berpengaruh buruk terhadap manusia. Beragam bentuk kerusakan lingkungan, seperti pencemaran udara, pencemaran air, dan menurunnya kualitas lingkungan akibat bencana alam, banjir, longsor, kebakaran hutan, krisis air bersih. Hal ini lama kelamaan akan dapat berdampak global pada lingkungan, khususnya bagi kesehatan masyarakat sendiri.

Manusia memang terkadang tenggelam dalam rangkaian kegiatan yang terlalu berlebihan dan tidak memperhatikan kepentingan lainnya. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menata dan memelihara kelestarian lingkungan, telah mengakibatkan kemerosotan kualitas lingkungan yang begitu parah. Hal ini hendaklah menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dalam menata kembali wilayah Indonesia dari segala bentuk berbagai kerusakan lingkungan, disamping menciptakan dan membangun budaya masyarakat dalam berwawasan lingkungan.
Dalam konteks ini, tidaklah berlebihan jika gerakan ramah lingkungan pun bisa kembali digalakkan melalui Pemerintah Daerah (Pemda) kepada masyarakat secara menyeluruh. Sebab, dalam rangka menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan hidup, sangatlah perlu adanya kerja sama yang baik antara pemerintah dengan masyarakat sendiri. Berbagai bencana alam yang sering melanda sebagian wilayah di negara kita pada dasarnya merupakan akibat kurangnya kesadaran masyarakat dalam menata dan memelihara kelestarian lingkungan.

Sambut Ramadhan Himpa Pucuk Idat gelar Penghijauan

Himpunan Pencinta Alam (Himpa) Pucuk Idat Sungailiat Sabtu, (20/8) kemarin mengadakan Penghijauan di Panti Asuhan Al Ikhlas Pangkalpinang. Selain pengijauan, Himpa juga mengadakan acara buka bersama dengan diikuti sekitar puluhan anak yatim piatu. Sebelumnya diadakan acara bersih-bersih lingkungan panti, baru kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bibit tanaman oleh ketua Himpa Pucuk Idat, Alamsyah kepada Ny.Ropiah selalu pengelola Panti.

Alamsyah mengharapkan dari acara ini dapat menambah  kepeduliaan terhadap lingkungan sekitar. Sesuai dengan organisasi Himpa yang memang bertujuan pada peningkatan kesadaran akan pentingnya lingkungan.

“Selain buka bersama dan pemberian bantuan, kita juga memberikan bibit tanaman, ini adalah sesuatu yang beda, sebab kami membawa misi lingkungan juga selain sosialnya, “ ungkap Alam.

Sebagian peserta yang hadir rata-rata didominasi pelajar yang juga adalah anggota Paskibraka dari SMKN 1 Sungailiat. Mereka sengaja diajak turut serta dalam acara tersebut untuk saling berbagi di bulan Ramadhan ini, sekaligus membina semangat peduli lingkungan.

Selain Himpa, turut serta dalam kegiatan buka bersama antara lain dari kelompok muda mudi dari Pemkab Bangka, Pemprov Bangka Belitung, Bujang Dayang Pemkot Pangkalpinang.  Selain buka bersama, acara juga diisi dengan penyerahan bantuan kepada Panti Asuhan. Dari hasil pengumpulan dana sosial, bantuan yang diserahkan cukup besar hingga mencapai 21 juta rupiah.

Dalam sambutannya, Ny. Ropi’ah selaku pengelola Panti mengucapkan banyak-banyak terimakasih, ia sangat terharu atas bantuan yang diberikan. Beliau mengungkapkan bahwa dana ini dipergunakan untuk membangun panti jompo yang terletak di sebelah Panti. (aksansanjaya/Himpa)

Perawatan Anthurium

memiliki nilai yang tinggi pada daun. Eksotis daun jenmanii membuat rela para kolektor keluar uang banyak untuk mengkoleksi saudara kuping gajah ini. Perawatan anthurium lebih menitikberatkan hasil akhir pada daun. Daun jenmanii yang sehat dicirikan oleh tidak ada bekas gerekan hewan, tampak seperti ada lapisan lilin yang licin, mengkilap, warna daun hijau alami. Penampilan daun gelombang cinta tidak terlepas dari perawatan anthurium yang benar. Perawatan anthurium meliputi komposisi media yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman, pemupukan yang tepat baik dosis dan waktu pemberian, pencegahan serangan hama penyakit.
Jenmanii membutuhkan cahaya matahari 70-80 persen. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan pemberian shading net atau tempatkan di teras rumah. Kebutuhan cahaya matahari yang seperti ini membuat iklim mikro jadi lembab. Komposisi media yang cocok yaitu cacahan akar pakis, kompos matang, pasir, kerikil untuk bagian dasar. Media tanam harus porous yang memudahkan air keluar dari lubang aerasi. Penggantian media tanam dilakukan oleh hobiis jika akar sudah terlihat penuh.
Pupuk yang diperlukan oleh gelombang cinta yaitu pupuk NPK. Kandungan nitrogen lebih tinggi dibandingkan unsur fosfor dan kalium. Hobiis jenmanii pemula lebih baik memilih pupuk NPK majemuk. Hobiis yang berpengalaman menggunakan pupuk tunggal. Ia sudah mengetahui takaran yang sesuai untuk tiap tahap perkembangan tanaman. Apabila pemberian pupuk tersebut terlihat kurang memuaskan hasilnya, pemberian pupuk daun dapat diberikan pada tanaman. Dosis sesuai dengan petunjuk label. Penyemprotan dilakukan pada waktu pagi hari. Penyemprotan diarahkan ke bawah permukaan daun. Penyemprotan dilakukan dengan cara pengkabutan.
Pencegahan hama penyakit dapat dilakukan oleh hobiis dengan penyemprotan obat kimia. Penyemprotan dapat dilakukan satu minggu sekali. Faungisida berguna pencegahan serangan jamur. Insektisida berguna pencegahan serangan serangga. Hama paling bandel yaitu bekicot dan siput telanjang. Pencegahan dapat dilakukan dengan penaburan garam di sekiling pot tanaman gelombang cinta.
Perawatan anthurium lain yang dapat membuat cantik penampilan daun yaitu peeling daun. Daun jenmanii terlihat mengkilap dengan cara pengolesan susu segar dengan kapas pada permukaan daun. Sapuan harus lembut dan halus agar tidak merusak lapisan epidermis daun.
Posted in Tanaman Hias | Tagged |

Perawatan Anthurium

Penghijauan Hutan Bakau di Bali 17Apr2008 Oleh: GoBlue Indonesia

DUNIA TANAMAN

 
Copyright (c) 2010 PENGHIJAUAN and Powered by Blogger.